6 Sep 2011

KERAJINAN TANGAN BUYA KHAS KALBAR

Buya atau biasa disebut Tengkalang atau kindai merupakan jenis kerajinan tangan asli kalbar. Umumnya bahan baku buya atau tengkalang (bahasa dayak beriam) terbuat dari rotan sega.Bahan baku untuk membuat buya disebut dengan sasar. Sebelum sasar dianyam menjadi Buya terlebih dahulu sasar tersebut diraut agar halus dan tidak melukai tangan si pembuat buya. Selanjutnya sasar dijemur agar kering selama beberapa hari sampai kadar air yang terkandung dalam buya tinggal sedikit. Tujuan pengeringan sasar/bahan baku buya selain agar mudah dianyam juga agar buya yang dihasilkan kualitasnya baik dan tidak mudah rusak. Menurut pak Petrus Katika salah satu pengrajin Buya di Desa Beriam, bahan baku buya umumnya dipilih dari rotan sega yang tua dan lurus. Proses penganyaman buya awalnya dimulai dari membuat pola/bentuk buya berdasarkan besar kecilnya buya yang akan dianyam, kemudian baru dilanjutkan dengan penganyaman pola buya secara keseluruhan. Untuk buya yang ukuran 15 cm x 35-40cm proses penganyamannya biasanya memerlukan waktu 2 – 3 hari dan paling cepat 2 hari. Untuk harga perbuahnya jika dijual ke pasar untuk ukuran diatas kurang lebih Rp 100.000 – Rp 120.000/ buah atau unitnya. Umumnya buya digunakan masyarakat dayak sebagai alat untuk menyimpan bahan makanan ataupun yang lainnya dan biasanya dibawa jika warga bepergian kehutan atau ladang atau untuk mencari kayu bakar. Pak Petrus Katika menambahkan kualitas buya yang baik dapat dilihat dari sasarnya dan cara penganyamannya. Umumnya buya-buya seperti itu dihargai lebih mahal dan proses penganyamannya juga sangat hati-hati karena memerlukan ketelitian dan tingkat kerumitan yang cukup tinggi.

Jika anda berminat dengan kerajinan tangan ini, anda dapat memesannya melalui email : martvan72@yahoo.com, untuk harganya sendiri tergantung ukurannya, biasa untuk yang besar dijual dengan harga Rp.150.000,- sampai Rp 175.000,- dan yang kecil dijual dengan harga Rp 75.000,- 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar